Hubungi kami di 6733 3372

Filler untuk Peremajaan dan Peningkatan

Filler yang dapat disuntik merupakan gel inersi yang mengisi ruang, tanpa efek farmakologis (obat) pada jaringan. Filler ini juga menstimulasi sedikit produksi kolagen dalam area yang disuntik, hal ini menambah volume yang dapat memberi manfaat. Secara umum filler disuntikkan ke area yang mengalami defisiensi volume yang disebabkan penuaan, yang muncul sebagai cekungan, bagian kosong, dan ceruk kontur pada wajah. Ketika digunakan dengan cara ini, filler akan memulihkan volume yang hilang dan meremajakan wajah sehingga tampil lebih muda (karena wajah yang muda tidak memiliki cekungan, kekosongan, dan ceruk tersebut). Ketika filler dengan tipe yang tepat disuntikkan ke beberapa lokasi tertentu, filler ini bahkan dapat memberikan pengaruh pengencangan yang sangat baik pada pipi, sehingga efek bersih filler bukan hanya “mengisi” tapi juga “mengencangkan dan mengisi”.

Ketika digunakan untuk menangani wajah yang menua, biasanya filler disuntikkan ke cekungan di bawah kelopak bawah mata (lekukan air mata), cekungan pipi bagian atas (cekungan malar), dan garis senyum (cekungan nasolabial), serta bagian sudut mulut yang menurun (garis marionette). Area wajah lain yang dapat menjadi kosong akibat usia dan juga dapat memperoleh manfaat dari penyuntikan filler adalah pelipis dan juga bagian sisi kedua pipi.

Selain dari meremajakan wajah, filler juga dapat digunakan untuk meningkatkan wajah, ketika digunakan untuk melakukan augmentasi (penambahan) area yang memiliki defisiensi volume primer (tidak ada volume bukan karena penuaan tapi karena susunan genetik). Sebagai contoh, dahi dapat dibuat lebih penuh dan membulat, batang hidung dapat dibuat lebih tinggi, tulang pipi dapat dibuat menjadi terlihat lebih tinggi dan lebih penuh, bibir dapat diisi untuk memberikan volume tambahan, dan panjang vertikal serta proyeksi ke arah depan dapat ditambahkan pada dagu, semuanya melalui penyuntikan filler.

Terdapat dua tipe filler: permanen dan non-permanen. Filler permanen dibuat dari gel polimerik inersi atau suatu larutan sejumlah mikrosfer sangat kecil, sedangkan filler non-permanen kebanyakan dibuat dari gel asam hialuronik, yang merupakan substansi alami dalam jaringan manusia. Terdapat berbagai merek filler yang berbeda, dan masing-masing memiliki sifat fisik yang berbeda. Dr Huang menggunakan pengetahuan produk serta penilaian klinis untuk memilih filler yang paling cocok guna menangani masalah tiap pasien.

Penyuntikan filler merupakan prosedur klinik non-invasif dalam pembiusan topikal menggunakan krim mati rasa. Beberapa jenis filler mengandung pembiusan lokal sehingga penyuntikannya akan terasa lebih tidak nyeri. Hasilnya langsung tampak karena pengaruh filler ini lebih pada fisik dan bukan kimia. Dapat terjadi sedikit lebam dan pembengkakan setelah perawatan, namun Dr Huang melakukan tindakan teknis khusus untuk memastikan bahwa efek sampingnya tidak ada atau ringan, dan biasanya tidak dibutuhkan waktu pemulihan.

Ketika digunakan filler non-permanen, ini mungkin perlu diisi ulang sebagian setiap 6 hingga 12 bulan setelah perawatan, hal ini bergantung pada filler dan lokasi penyuntikan. Ini karena filler secara bertahap dan alami menjadi hilang dan larut dalam jaringan. Namun setelah beberapa kali perawatan, interval antar perawatan cenderung menjadi lebih panjang. Untuk filler non-permanen, Dr Huang biasanya memilih untuk menyuntikkannya dalam satu atau beberapa langkah, alih-alih menyuntikkan sejumlah besar dalam satu kali perawatan. Pendekatan yang hati-hati ini mendukung keakuratan lebih besar untuk pencapaian hasilnya. Setelah koreksi yang diinginkan telah diperoleh, biasanya tidak dibutuhkan suntikan tambahan untuk waktu yang lama, kecuali untuk menangani perubahan lebih lanjut akibat proses alami penuaan.

Cosmetic Surgery Clinic